desain grafis – Typolog https://typolog.uph.edu Typography Dialogue Thu, 07 Apr 2022 03:24:48 +0000 en-US hourly 1 https://wordpress.org/?v=6.7.1 https://typolog.uph.edu/wp-content/uploads/2024/04/cropped-Favicon-Typolog-2024-32x32.png desain grafis – Typolog https://typolog.uph.edu 32 32 Typolog 2022 Webinar 3: Typography Movement in Local Scene https://typolog.uph.edu/2022/04/07/typolog-2022-webinar-3-typography-movement-in-local-scene/ https://typolog.uph.edu/2022/04/07/typolog-2022-webinar-3-typography-movement-in-local-scene/#respond Thu, 07 Apr 2022 03:24:48 +0000 http://typolog.uph.edu/?p=3161 Ditulis oleh Vania Sagita Lie, disunting oleh Helena Calista

Webinar ketiga dan terakhir pada Typolog 2022 ini dilaksanakan pada tanggal 1 April 2022. Webinar kali ini dibawakan oleh Deni Anggara (Degar) dan Ikhsan Praditya (Adit) dari Lokal Container.  Degar menjalankan studio tipografi digital bernama Degarism sekaligus menjadi desainer huruf di Lokal Container. Sedangkan, Adit menjalankan studio desain grafis bernama Burgoos Studio dan merupakan bagian dari Business Development & Public Relationship di Lokal Container.

Webinar ketiga ini membahas mengenai pergerakan tipografi lokal dan apa yang dilakukan Lokal Container. Seperti yang diketahui, ada berbagai macam pergerakan lokal seperti studio desain, institusi, teknologi, kultur, komunitas dan sebagainya. Keinginan Degar dan Adit untuk meningkatkan pergerakan lokal terhadap  tipografi inilah yang menghasilkan terbangunnya Lokal Container.

Lokal Container merupakan sebuah komunitas lokal yang berisikan font open-source yang dapat digunakan oleh umum secara gratis, mereka juga membuka kesempatan untuk  berkolaborasi dengan institusi dan juga memiliki arsipan-arsipan yang berorientasi pada pergerakan dan tokoh tipografi. 

Lokal Container dikatakan sebagai pergerakan tipografi karena mereka ingin tipografi turut berkontribusi terhadap pergerakan lokal ini.

“Pergerakan tipografi di Indonesia sebenarnya cukup banyak. Contohnya adalah acara typolog 2022 ini sendiri. Selain itu, majalah “Concept” dan “Babyboss”, baju-baju yang menggunakan tipografi, dan lainnya.”.

Deni Anggara (Degar), Typolog 2022

Media yang digunakan oleh Lokal Container adalah sebuah website yang mencakup berbagai macam kolaborasi dan hasil karya para desainer. Untuk Saat ini, font yang disediakan oleh Lokal Container adalah BDO Grotesk, Ciburial, LC Engine dan LC Mogi. Di bawah ini merupakan contoh penggunaan font dari Lokal Container.


Adapun beberapa pertanyaan yang berkaitan dengan topik webinar kali ini: 

  1. Apakah membuat font susah, dan darimana kita bisa mempelajarinya?
  • (Degar) “Hal itu bersifat relatif, kalau suka pasti bisa. Kita juga bisa  belajar dari artikel luar dan aplikasi seperti cari cara pembuatan tipografi itu bagaimana”, kata Degar. 
  • (Adit) “Ketika ingin membuat font sebelum menggunakan software atau aplikasi, bisa menggunakan buku bergaris kotak terlebih dahulu untuk membuat dan mempelajari anatomi hurufnya.”, sarannya
  1. Apakah ada kesulitan yang dihadapi saat membuat font?
  • Degar mengatakan bahwa kalau menikmati prosesnya, kesulitan yang dihadapi tidak terlalu bermasalah baginya. Hanya saja proses seperti pembuatan kerning cukup memakan banyak waktu.
  1. Software apa saja yang bisa digunakan untuk membuat font? 
  • “Beberapa software seperti FontLab, Glyphs dan lainnya dapat digunakan dalam pembuatan font”, ujar Degar.
  1. Style typography di industri jaman sekarang itu bagaimana?
  • (Degar) “Jangan terpaku pada satu style kecuali dari keinginan klien sendiri inginnya bagaimana. Jadi coba eksplor sebanyak2nya karena banyak industri luar yang menjadikan tipografi sebagai poin berkarya”, saran Degar. 
  • (Adit) “Klien pasti punya request maka eksplorasi kita tidak bisa lepas dari keinginan mereka tapi bisa juga kita memberikan ide tipografi yang cocok untuk industri mereka.”, lanjut Adit terhadap pernyataan rekannya.
  1. Untuk project font biasanya dibuat untuk kebutuhan klien atau di jual di creative market ?
  • Font dari Lokal Container tidak dijual karena bersifat open-source dan bisa di unduh secara gratis. Namun, untuk mengapresiasi para desainer, Degar dan Adit mengajak siapapun yang menggunakan font mereka untuk men-tag atau mention instagram mereka sehingga semakin banyak orang yang bisa mengenal Lokal Container. 

“Ketika ingin berkarya, berkaryalah dengan maksimal.”

– Ikhsan Praditya, Typolog 2022

Demikian sesi webinar ketiga ini berakhir dan pada waktu inilah juara favorit sekaligus juara pemenang Call For Works 2022 diumumkan. Juara favorit tahun ini diraih oleh Tiara Kiatama dan Veronica Kristie. Sedangkan, untuk pemenang juara 1 dari setiap kategori dimenangkan oleh Muhamad Endito Pradhana untuk kategori type as image dan Jalu Anggita Putra untuk kategori experimental typography. Selamat kepada para pemenang dan jangan lupa untuk selalu berkarya!

Terima kasih kepada para narasumber, panitia dan peserta yang telah membuat acara Typolog 2022 ini berjalan dengan lancar. See you soon!

]]>
https://typolog.uph.edu/2022/04/07/typolog-2022-webinar-3-typography-movement-in-local-scene/feed/ 0
Typolog 2022 Webinar 2: Type Indonesia in Indonesia Traditional Script https://typolog.uph.edu/2022/03/08/typolog-2022-webinar-2-type-indonesia-in-indonesia-traditional-script/ https://typolog.uph.edu/2022/03/08/typolog-2022-webinar-2-type-indonesia-in-indonesia-traditional-script/#respond Tue, 08 Mar 2022 01:19:56 +0000 http://typolog.uph.edu/?p=3075 Ditulis oleh: Vania Sagita Lie

Webinar ke 2 oleh Typolog 2022 ini dilaksanakan pada hari Jumat, 4 Maret 2022. Tema webinar kali ini adalah Type Indonesia in Indonesia Traditional Script yang dibawakan oleh Aditya Bayu Perdana. Beliau adalah seorang mahasiswa lulusan Universitas Parahyangan dengan gelar arsitektur  dan sekarang sedang melanjutkan studinya di Universitas Indonesia. Ia merupakan seorang tipografer yang mendalami tulisan aksara tradisional Indonesia, bahasa, sejarah dan budaya. 

Aditya membuka pembahasannya dengan mengatakan bahwa Indonesia kaya akan budaya, begitu juga dengan aksaranya. Sama seperti dengan webinar Typolog kali ini yang dihadiri oleh orang-orang dari dalam maupun luar UPH dengan latar belakang yang berbeda-beda tetapi dengan tujuan yang sama, yakni mengenal aksara Indonesia. Perbedaan aksara-aksara pada setiap daerah digunakan untuk menunjukkan identitas daerah tersebut. Sayangnya, aksara Indonesia sudah tidak digunakan dalam kehidupan sehari-hari. Namun, kita bisa menemukannya di beberapa papan jalan tapi ukurannya relatif kecil. Banyak aksara yang digunakan di papan-papan itu juga memberikan pesan yang salah. Bahkan bentuk dari aksara malah dijadikan seperti huruf latin yang biasa kita gunakan sehari-hari.

Secara materi, penulisan aksara tidak hanya menggunakan tinta namun juga ada yang diukir menggunakan pisau, komputer dan di cetak. Ini merupakan alasan lain mengapa aksara setiap daerah memiliki bentuk yang beragam. Sedangkan secara fungsinya, aksara pada zaman dahulu digunakan untuk menulis surat, buku, prasasti, koran, dan sebagainya. Pada tahun 1855, koran jawa menggunakan aksara dengan gaya blackletter.

Jaman sekarang, awareness terhadap aksara jawa sudah mulai meningkat terutama karena naskah aksara jawa tersedia dalam jumlah yang lebih banyak dibanding yang lainnya. Hal ini dapat dilihat dari brand-brand  yang mulai menggunakan aksara untuk produknya. Pada projek yang dilakukan oleh Aditya sendiri, beliau mendesain ulang brand-brand terkenal dan mengganti logonya menggunakan aksara Indonesia.

Webinar kali ini pun diakhiri dengan beberapa pertanyaan yang berkaitan, seperti apakah ada semacam kurikulum atau literatur supaya orang awam bisa mempelajari mengenai aksara dengan terstruktur? Bagaimana cara menyeimbangkan komposisi logo dengan aksara seperti pada projek yang dibuat oleh Aditya? Apakah Aditya memiliki aksara favorit dan sebagainya? Dengan begitu, Aditya pun menjawab semua pertanyaan yang diberikan.

Terima kasih kepada Aditya Bayu Perdana yang telah meluangkan waktunya untuk membahas topik yang sangat menarik ini. Terima kasih juga kepada para moderator dan semua panitia yang sudah merangkai acara ini dengan baik.


Q&A

Pertanyaan 1: Apakah ada semacam kurikulum atau literatur supaya orang awam bisa mempelajarinya dengan terstruktur? Apakah ada langkah-langkah dalam mempelajari aksara ini? 

  • Dengan berbagai media online atau cek di internet seperti blogs.bl.uk yang membahas mengenai manuskrip yang sudah di scan sehingga bisa dipelajari lebih mendalam. Selain itu juga bisa cari komunitas yang mempelajari aksara lewat telegram atau facebook. https://blogs.bl.uk/asian-and-african/bugis.html 

Pertanyaan 2: bagaimana cara menyeimbangkan logo dengan aksara nya seperti pada projek kak Aditya?

  • Hal yang perlu diperhatikan adalah harus melihat bagaimana aksara itu dibaca ( huruf c di inggris bisa disebutkan bbrp cara spt jadi huruf k/ch/s sedangkan di aksara hanya bisa menggunakan 1 seperi pada coca cola, kalau di aksara hanya bisa menggunakan huruf K)
  • Harus bisa tahu alternatfi aksaranya supaya tidak terlalu panjang. (mr robot -> mr nya tetap menggunakan latin, tapi robotnya baru menggunkan aksara. Hal ini supaya tidak terlalu panjang)

Pertanyaan 3: punya aksara favorit? Kenapa?

  • Secara bentuk, aksara lontara karena secara visual mudah dikenali walau banyak variasi. Selain itu ada aksara jawa karena mudah ditemukan. Biasanya tergantung sedang menelusuri aksara apa.

Pertanyaan 4: untuk aksara lampung seperti huruf K apakah kaitnya bisa di luruskan ke bawah dan untuk s bisa di keatasin ga?

  • Tergantung aksara lampung nya digunakan untuk apa. Bisa cek variasi aksara juga supaya tidak mendesain dengan buta/ mengira-ngira. 

Pertanyaan 5: sejarahnya gimana?

  • Aksara paling awal adalah aksara yang dibawa dari India namun di indonesia berevolusi menjadi aksara kawi yang kemudian berkembang lagi jadi aksara bali, jawa, dll. Selama prosesnya ini, dikarakterisasikan sesuai dengan daerah masing-masing.

]]>
https://typolog.uph.edu/2022/03/08/typolog-2022-webinar-2-type-indonesia-in-indonesia-traditional-script/feed/ 0
Bedanya Lettering dan Calligraphy https://typolog.uph.edu/2021/11/01/bedanya-lettering-dan-calligraphy/ https://typolog.uph.edu/2021/11/01/bedanya-lettering-dan-calligraphy/#respond Mon, 01 Nov 2021 02:00:00 +0000 http://typolog.uph.edu/?p=2806 Tahukah kalian bahwa ada perbedaan antara Lettering dan Calligraphy? Sebelum kita masuk ke perbedaannya, mari kita definisikan apa itu Lettering dan Kaligrafi masing-masing.

Lettering seringkali digambarkan sebagai “the art of drawing letters“, yang diterjemahkan dalam bahasa Indonesia, “seni menggambar huruf.” Lettering  adalah sebuah seni yang berfokus pada penggambaran huruf dengan tangan. Ilustrasi Lettering sebagian besar digambar atau dibuat sketsa dengan pensil dan digariskan dengan pena atau spidol. Tidak ada alat khusus yang diperlukan untuk mengilustrasikan huruf di Lettering.

Sumber: https://www.lettering-daily.com/types-of-lettering/

Kaligrafi mirip dengan Lettering tetapi lebih fokus pada aspek visual tulisan dan betapa indahnya tampilannya. Kaligrafi umumnya dibuat menggunakan alat tertentu, tidak seperti Lettering di mana dapat menggunakan alat apa pun yang diperlukan. Kaligrafi lebih menekankan pada tulisan daripada bentuk huruf atau letter form individu.

Sumber: https://www.howjoyful.com/calligraphy-vs-lettering/

Jadi, perbedaan utama antara Lettering dan Kaligrafi adalah lebih pada proses daripada hasil akhir karya Lettering atau Kaligrafi. Lettering lebih fokus pada ilustrasi setiap bentuk huruf sedangkan Kaligrafi lebih fokus pada visual estetika tulisan. Proses Lettering mencakup lebih banyak sketsa dan penyesuaian sedangkan Kaligrafi butuh menggunakan alat khusus dan membutuhkan penyesuaian minimal karena hanya dibuat dalam beberapa goresan.

Walaupun mirip, perbedaan dari Lettering dan Kaligrafi cukup besar kan?

Referensi

Alice, A. V. |. (2020, February 7). How to Tell the Difference Between Hand Lettering, Calligraphy and Typography. Awesome Alice. https://awesomealice.com/difference-between-hand-lettering-calligraphy/

Daily, L. (2021a, June 8). WHAT IS THE DIFFERENCE BETWEEN HAND LETTERING AND CALLIGRAPHY. Lettering Daily. https://www.lettering-daily.com/difference-between-hand-lettering-and-calligraphy/ 

Daily, L. (2021b, June 9). WHAT ARE THE LETTERING STYLES? Lettering Daily. https://www.lettering-daily.com/types-of-lettering/

Kelley, J. (2021, June 17). The difference between Calligraphy, Lettering, and Typography. HowJoyful. https://www.howjoyful.com/calligraphy-vs-lettering/

]]>
https://typolog.uph.edu/2021/11/01/bedanya-lettering-dan-calligraphy/feed/ 0
Ada Apa Dengan Trajan? https://typolog.uph.edu/2021/10/29/ada-apa-dengan-trajan/ https://typolog.uph.edu/2021/10/29/ada-apa-dengan-trajan/#respond Fri, 29 Oct 2021 11:47:01 +0000 http://typolog.uph.edu/?p=2804

Mungkin kalian sering melihat typeface ini pada poster-poster film seperti Titanic, Titus, Game of Thrones, dan masih banyak lagi, bukan? Ya! Ini adalah Typeface Trajan yang menjadi menjadi typeface standar dalam poster film pada 25 tahun terakhir dan cocok untuk hampir semua genre film pada zaman itu. Coba tebak, sudah berapa poster film yang memakai typeface Trajan sebagai typeface utama? Jawabannya adalah sudah lebih dari 400 poster film memakai typeface Trajan. Lantas, bagaimana asal mula Typeface Trajan ini muncul?

Trajan termasuk dalam typeface Serif yang di desain oleh Carol Twomby pada 1989 yang terinspirasi oleh bentuk huruf Romawi dan dipahat pada batu. Tidak hanya pada poster film, typeface Trajan juga banyak dipakai untuk logo perusahaan, pakaian, brosur, periklanan, dan majalah, lho! Oleh karena itu, seorang sejarawan terkenal, James Mosley mengutip “Trajan is the new Helvetica.” Walaupun Trajan tidak sepopuler Helvetica, namun Trajan memiliki anatomi huruf yang membawakan suasana klasik, elegan, mudah dibaca. Typeface ini kemudian diteliti oleh Edward Caitch dan beliau membuat huruf-huruf tersebut dalam goresan kuas kaligrafi yang kemudian dipahat pada batu. Lalu, bagaimana dengan Carol Twomby? Beliau adalah orang yang mendigitalisasi Typeface Trajan pada Adobe yang dapat kalian pakai di software Adobe. 

Typeface Trajan memerlukan waktu yang lama untuk menjadi populer. Namun, bukan berarti typeface ini jarang dipakai, kan? Buktinya typeface Trajan digolongkan sebagai typeface baru dari Helvetica. 

Kalian penasaran dan ingin coba pakai typeface Trajan? Caranya mudah sekali! Kalian dapat unduh typeface Trajan di Adobe Fonts, ya. Selamat berkarya!

Referensi

Haubursin, C. (2018, June 28). How one typeface took over movie posters. Retrieved July 30, 2021, from https://www.vox.com/2018/6/28/17514024/trajan-movie-posters 

Penney, M. (2019, April 03). Type in history: Trajan. Retrieved July 30, 2021, from https://www.sessions.edu/notes-on-design/type-in-history-trajan/

Trajan font family typeface story. (n.d.). Retrieved July 30, 2021, from https://www.fonts.com/font/adobe/trajan/story

Brownlee, J. (2018, July 09). How trajan rose from the grave to become the new helvetica. Retrieved July 30, 2021, from https://www.fastcompany.com/3035488/how-trajan-rose-from-the-grave-to-become-the-new-helvetica

]]>
https://typolog.uph.edu/2021/10/29/ada-apa-dengan-trajan/feed/ 0